• Hubungi Redaksi
Kirim Tulisan
Akun Saya
Logout
Media Wanita
Kirim Tulisan
  • Berita Utama
  • Gaya Hidup dan Hiburan
  • Kesehatan dan Kecantikan
  • Inspirasi
  • Selebritis
  • Kirim Tulisan
    • login
    • Akun Saya
    • Tulisan Saya
    • Logout
Media Wanita
  • Berita Utama
  • Gaya Hidup dan Hiburan
  • Kesehatan dan Kecantikan
  • Inspirasi
  • Selebritis
  • Kirim Tulisan
    • login
    • Akun Saya
    • Tulisan Saya
    • Logout
No Result
View All Result
Media Wanita
No Result
View All Result
Home Opini

Perempuan Sebagai Benteng Terakhir, Forum Milenial Militan Sukoharjo Peringatkan Potensi Hancurnya “Tenun Harmoni” Keluarga Akibat Brutalnya Pilkades Sukoharjo 2026

Wanita Harmoni Indonesia by Wanita Harmoni Indonesia
1 April 2026
in Opini
A A
0
851
SHARES
1.2k
VIEWS

SUKOHARJO – Kontestasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak Kabupaten Sukoharjo tahun 2026 bukan sekadar panggung perebutan takhta di balai desa, melainkan badai laten yang siap merobek tenun harmoni di ruang-ruang keluarga. Peringatan sangat keras ini dilontarkan oleh Yoyok Eko Suranto, selaku Ketua Forum Milenial Militan Sukoharjo, yang secara kritis membedah betapa rapuhnya kohesi sosial masyarakat jika perempuan tidak mengambil kendali sebagai jangkar kewarasan.

Dalam analisis tajamnya, Yoyok menelanjangi realitas brutal perpolitikan akar rumput yang sering kali diabaikan oleh para elite. Ia menegaskan bahwa dinamika politik di tingkat desa memiliki tingkat kerawanan yang jauh lebih sensitif dibandingkan pemilu skala nasional.

“Pertarungan di Pilkades itu pelurunya menembus dinding-dinding dapur dan ruang tamu kita! Kedekatan emosional, ikatan kekerabatan, dan persinggungan sosial sehari-hari antarwarga pendukung calon kepala desa seringkali memicu eskalasi ketegangan. Jika syahwat kuasa ini dibiarkan liar, ia akan mencabik urat nadi persaudaraan kita,” seru Yoyok dengan nada marah.

Yoyok memaparkan dengan lantang bahwa tanpa mitigasi dan edukasi yang terukur, perbedaan pilihan politik berpotensi merusak kohesi sosial dan mencederai kerukunan warga yang selama ini dirawat dengan susah payah. Lebih jauh, ia menyoroti bahwa perempuan dan ibu rumah tangga sering kali menjadi korban bisu dari polarisasi yang bengis ini. Ancaman penyebaran hoaks, ujaran kebencian (hate speech), dan kampanye hitam (black campaign) kini meracuni obrolan di pasar hingga perkumpulan arisan. Belum lagi, jerat hina politik uang (money politics) yang secara sistematis merusak harga diri dan moralitas lingkungan.

Menghadapi ancaman perpecahan horizontal yang mengerikan ini, Yoyok melontarkan kritik tajam kepada pihak-pihak yang kerap mengamputasi peran strategis perempuan. Ia menegaskan bahwa upaya menjaga kondusifitas daerah secara mutlak tidak dapat hanya dibebankan pada pundak aparat keamanan maupun pemerintah daerah.

Kirim Tulisan

“Sangat fatal dan buta jika kita mengabaikan kekuatan raksasa kaum perempuan! Diperlukan sinergitas lintas sektoral yang nyata , dan di garis depan benteng pertahanan itu harus berdiri kokoh para tokoh perempuan dan penggerak keluarga,” paparnya dengan tajam.

Yoyok secara spesifik mendesak pergerakan masif dari perwakilan Tim Penggerak PKK Kabupaten, perwakilan Fatayat NU, Nasyiatul Aisyiyah, serta tokoh-tokoh perempuan penggerak kemandirian desa untuk segera turun gelanggang memadamkan bara konflik. Perempuan, menurutnya, memiliki kedalaman empati dan pengaruh kultural yang tak tertandingi untuk bertindak sebagai cooling system (pendingin suasana) manakala terjadi eskalasi atau gesekan politik di akar rumput.

Di akhir pernyataannya, Yoyok menegaskan sikap organisasinya untuk mengawal visi Pemerintah Kabupaten Sukoharjo di bawah kepemimpinan Ibu Bupati Hj. Etik Suryani, SE., MM.

“Kami menggugat para perempuan dan ibu-ibu di Sukoharjo untuk bangkit, bersikap kritis, dan melawan provokasi yang merusak ukhuwah wathaniyah dan basyariyah! Jangan biarkan senyum tulus tetangga dan pelukan keluarga kita hangus menjadi abu hanya karena ambisi politik sesaat. Perempuan adalah benteng terakhir menuju Sukoharjo Makmur yang sejati!” pungkas Yoyok Eko menutup gugatannya.

Tags: Perempuan
Share340Tweet213Share60Pin77SendShare
Kirim Tulisan
Wanita Harmoni Indonesia

Wanita Harmoni Indonesia

Please login to join discussion
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Cyber
  • Syarat & Ketentuan Tulisan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Disclaimer
  • Hubungi Kami

© 2023 Media Wanita - Informasi dan Berita Khusus Wanita

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Gaya Hidup dan Hiburan
  • Kesehatan dan Kecantikan
  • Inspirasi
  • Selebritis
  • Kirim Tulisan
    • login
    • Akun Saya
    • Tulisan Saya
    • Logout
  • Login

© 2023 Media Wanita - Informasi dan Berita Khusus Wanita