SURABAYA, 26 September 2026 – Mendorong perempuan untuk berkembang di dunia kerja tidak hanya berbicara mengenai kesempatan berkarier, kepemimpinan, dan pengembangan kompetensi. Perhatian terhadap kesehatan mental juga menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang mendukung perempuan untuk tumbuh.
Semangat tersebut menjadi salah satu perspektif dalam Surabaya HR Night 2026 yang digelar di MaxOne Hotel Tidar Surabaya, Sabtu (26/9). Forum yang dihadiri sekitar 100 HR practitioner dari Surabaya Raya ini menjadi ruang untuk networking, berbagi insight, sekaligus membahas berbagai isu yang dekat dengan dunia kerja.
Dalam rangkaian acara tersebut, RSI Siti Hajar Sidoarjo turut mengambil bagian melalui sesi Health Talk dengan menghadirkan dr. Ade Irawati, Sp.KJ, dari Poli Kesehatan Jiwa (Psikiatri).
Kehadiran RSI Siti Hajar Sidoarjo membawa perspektif kesehatan ke dalam pembahasan mengenai perempuan dan dunia kerja, khususnya pentingnya memahami kesehatan mental sebagai bagian dari upaya membangun lingkungan kerja yang sehat.
Empower Women Dimulai dari Kesehatan
Perempuan di dunia kerja menghadapi berbagai peran dan tuntutan. Di satu sisi, mereka dituntut untuk berkembang secara profesional, sementara di sisi lain dapat memiliki tanggung jawab personal dan keluarga.
Dalam kondisi tersebut, perhatian terhadap kesehatan mental menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari upaya pemberdayaan perempuan.
Perempuan yang memiliki ruang untuk berkembang juga membutuhkan lingkungan yang memungkinkan mereka menjaga kesehatan, mendapatkan dukungan ketika menghadapi tekanan, dan memiliki akses terhadap informasi serta layanan kesehatan yang tepat.
Melalui Health Talk, RSI Siti Hajar Sidoarjo menghadirkan perspektif dari tenaga profesional kesehatan jiwa untuk memperluas pemahaman para praktisi HR mengenai pentingnya kesehatan mental di lingkungan kerja.
HR Punya Peran dalam Menciptakan Workplace yang Mendukung
Surabaya HR Night 2026 digagas oleh Retno Pratiwi, S.Psi., M.H., CHRP., CHRM, Founder tHReshold.
Forum ini mempertemukan para praktisi HR dari berbagai perusahaan dan industri untuk saling bertukar pengalaman dan membangun jejaring profesional.
Dalam konteks pemberdayaan perempuan, HR memiliki posisi strategis dalam menciptakan lingkungan kerja yang memberikan kesempatan berkembang secara profesional sekaligus memperhatikan kesejahteraan pekerja.
Karena itu, pembahasan mengenai kesehatan mental menjadi relevan. Upaya memberdayakan perempuan tidak hanya berbicara mengenai bagaimana perempuan dapat mencapai posisi tertentu, tetapi juga bagaimana organisasi membangun lingkungan yang mendukung keberlanjutan karier mereka.
RSI Siti Hajar Sidoarjo Bawa Perspektif Kesehatan Jiwa
Keterlibatan dr. Ade Irawati, Sp.KJ dari RSI Siti Hajar Sidoarjo memberikan dimensi kesehatan dalam forum yang didominasi praktisi HR tersebut.
Melalui perspektif medis, peserta mendapatkan ruang untuk memahami kesehatan jiwa secara lebih profesional.
Bagi RSI Siti Hajar Sidoarjo, keterlibatan dalam forum seperti ini juga menjadi bagian dari edukasi kesehatan kepada masyarakat di luar lingkungan rumah sakit.
Rumah sakit dapat mengambil peran dalam meningkatkan literasi kesehatan melalui kolaborasi dengan komunitas profesional, institusi pendidikan, perusahaan, maupun organisasi lainnya.
Dengan demikian, edukasi kesehatan tidak hanya dilakukan ketika seseorang datang untuk berobat, tetapi juga dapat dilakukan secara preventif melalui berbagai ruang pertemuan masyarakat.
“Empower Women” Bukan Sekadar Slogan
Fahmi Adimara, Founder K3 Insight Indonesia, yang turut hadir dalam acara tersebut, melihat adanya hubungan antara isu kesehatan, HR, dan pemberdayaan pekerja.
“Saya mendukung acara ini karena sangat bermanfaat untuk para HRD Manager untuk mendukung kesehatan dan keselamatan kerja di tempatnya masing-masing.”
Menurut Fahmi, pembahasan kesehatan mental dapat menjadi bagian dari perspektif yang lebih luas mengenai kesehatan dan keselamatan kerja.
“Perusahaan perlu melihat pekerja secara utuh. Bukan hanya produktivitasnya, tetapi juga kesehatan dan kondisi yang mendukung mereka untuk bisa bekerja dengan baik,” ujarnya.
Peserta dari Tuban: Forum yang Berdampak pada Karier
Salah satu peserta Surabaya HR Night, Rohman dari PT Cahaya Amarta Teknologi, datang dari Tuban dan telah mengikuti acara tersebut sebanyak tiga kali.
Menurutnya, salah satu alasan mengikuti forum ini adalah untuk membangun relasi dengan sesama praktisi.
“Motivasi saya mengikuti acara ini adalah untuk membangun relasi teman-teman sejawat untuk pekerjaan.”
Rohman juga menilai pembahasan mengenai mental health relevan bagi pekerja.
“Acara sangat bermanfaat dalam hal pekerjaan dan sosial berkaitan dengan mental health yang dibutuhkan semua orang termasuk pekerja.”
Ia berharap forum tersebut terus berkembang, bukan hanya dalam jumlah peserta, tetapi juga dari kualitas pembahasan dan dampaknya bagi karier maupun perusahaan.
Membangun Perempuan, Membangun Tempat Kerja
Pemberdayaan perempuan di dunia kerja pada akhirnya membutuhkan ekosistem yang lebih luas.
Kesempatan untuk berkembang perlu berjalan bersama dengan akses terhadap edukasi, lingkungan kerja yang mendukung, serta perhatian terhadap kesehatan fisik dan mental.
Melalui Surabaya HR Night 2026, para praktisi HR mendapatkan ruang untuk membicarakan isu tersebut bersama.
Sementara melalui kehadiran RSI Siti Hajar Sidoarjo, perspektif kesehatan jiwa turut menjadi bagian dari percakapan mengenai dunia kerja dan pemberdayaan perempuan.
Empower Women bukan hanya tentang memberikan perempuan kesempatan untuk maju, tetapi juga memastikan mereka memiliki lingkungan yang mendukung untuk bertumbuh secara sehat dan berkelanjutan.
Melalui kolaborasi antara HR, dunia kesehatan, dan praktisi K3, upaya tersebut dapat terus dikembangkan menjadi bagian dari budaya kerja yang lebih sehat dan inklusif.







