• Hubungi Redaksi
Kirim Tulisan
Akun Saya
Logout
Media Wanita
Kirim Tulisan
  • Berita Utama
  • Gaya Hidup dan Hiburan
  • Kesehatan dan Kecantikan
  • Inspirasi
  • Kirim Tulisan
    • login
    • Akun Saya
    • Tulisan Saya
    • Logout
Media Wanita
  • Berita Utama
  • Gaya Hidup dan Hiburan
  • Kesehatan dan Kecantikan
  • Inspirasi
  • Kirim Tulisan
    • login
    • Akun Saya
    • Tulisan Saya
    • Logout
No Result
View All Result
Media Wanita
No Result
View All Result
Home Berita Utama

Inovasi Anak Bangsa: Inkubator Bayi Cerdas yang Dapat Selamatkan Ribuan Nyawa

Redaksi by Redaksi
28 January 2025
in Berita Utama
A A
0
User Interface (UI) dari aplikasi Baby Incubator yang sudah dilengkapi dengan teknologi IoT

User Interface (UI) dari aplikasi Baby Incubator yang sudah dilengkapi dengan teknologi IoT

860
SHARES
1.2k
VIEWS

Surabaya – Alfinaskhi Fahmi Fawaidz, seorang inovator muda lulusan Teknik Biomedis Universitas Airlangga, telah menciptakan sebuah inovasi revolusioner: inkubator bayi berbasis Internet of Things (IoT) yang hemat biaya. Berawal dari keprihatinannya terhadap akses kesehatan di daerah terpencil, Alfinaskhi menciptakan alat ini dengan harapan mampu menyelamatkan ribuan nyawa bayi prematur di Indonesia.

Inspirasi di Balik Inovasi

Setiap tahun, lebih dari 78 ribu bayi di Indonesia meninggal akibat kelahiran prematur. Data ini menjadi perhatian besar bagi Alfinaskhi ketika ia mengetahui adanya kasus bayi prematur di Tasikmalaya yang meninggal karena kurangnya peralatan medis. Ia menyadari bahwa inkubator modern memiliki harga yang sangat mahal, sementara inkubator murah sering kali tidak mampu menjaga stabilitas suhu yang vital.

“Saya merasa bnyak hal yang harus dilakukan. Kesenjangan ini adalah masalah besar yang membutuhkan solusi inovatif.”

Dengan tekad untuk menciptakan alat yang lebih terjangkau namun tetap efektif, Alfinaskhi mulai merancang inkubator bayi yang tidak hanya hemat biaya, tetapi juga mengintegrasikan teknologi canggih untuk memberikan manfaat optimal.

Teknologi di Balik Inovasi

Inkubator bayi rancangan Alfinaskhi dilengkapi dengan teknologi PID (Proportional-Integral-Derivative) berbasis metode Internal Model Control (IMC). Teknologi ini memastikan suhu di dalam inkubator tetap stabil dengan rise time hanya 619 detik dan overshoot yang mendekati nol. Selain itu, ia menambahkan humidifier untuk menjaga kelembaban udara, sehingga mengurangi risiko infeksi kulit dan masalah pernapasan pada bayi prematur.

width=300 Desain 3D Inkubator Bayi Ciptaan Alfin yang dilihat dari tampak samping

Yang membuat alat ini semakin istimewa adalah penyematan teknologi IoT. Dengan menggunakan platform Blynk, tenaga medis dapat memantau suhu dan kelembaban secara real-time melalui smartphone mereka. Fitur ini memberikan efisiensi besar, terutama di fasilitas kesehatan dengan sumber daya yang terbatas.

Hasil Pengujian yang Menjanjikan

Selama satu tahun penelitian, inkubator bayi IoT ini menunjukkan performa luar biasa. Sistem ini memiliki waktu stabilisasi suhu (settling time) hanya 1,390 detik, bahkan tetap andal ketika diuji dengan gangguan seperti membuka tutup inkubator.

“Dengan alat temuan saya ini, saya yakin banyak nyawa bayi prematur dapat diselamatkan, terutama di daerah-daerah yang minim fasilitas kesehatan.”

Biaya produksinya yang jauh lebih terjangkau dibandingkan inkubator konvensional membuka peluang besar bagi rumah sakit kecil dan puskesmas untuk mengakses teknologi ini.

Kirim Tulisan
User Interface (UI) dari aplikasi Baby Incubator yang sudah dilengkapi dengan teknologi IoT

Perjalanan Sang Inovator

Selama masa studinya di Universitas Airlangga, Alfinaskhi aktif dalam berbagai kegiatan dan organisasi yang memperkaya pengalamannya. Pada 2022, ia terpilih sebagai delegasi Indonesia dalam konferensi internasional The 5th Chancellor Tuanku Muhriz Lecture di Universiti Kebangsaan Malaysia. Alfinaskhi bahkan mengibarkan bendera Merah Putih di Menara Petronas sebagai bentuk kebanggaan terhadap tanah air.

Foto Foto Alfin sebagai delegasi dari Indonesia dalam Konferensi Internasional di Universiti Kebangsaan Malaysia bersama Presiden ke-6 RI Bapak Susilo Bambang Yudhoyono

Ia juga menerima Beasiswa Inovator Muda Nusantara (IMN) dari Yayasan Salman Institut Teknologi Bandung (ITB) sebagai bentuk apresiasi atas dedikasinya dalam menciptakan inovasi teknologi kesehatan. Tidak hanya itu, ia juga sukses mendapatkan pendanaan dari Program Pengembangan Pemberdayaan Desa (P3D) untuk proyek pengairan berbasis panel surya, yang menjadi solusi bagi masyarakat di Desa Ko\’ol, Kab. Bangkalan.

Visi untuk Masa Depan

Bagi Alfinaskhi, inkubator bayi IoT ini bukan sekadar karya teknologi, tetapi juga bentuk tanggung jawab sosialnya untuk membantu menyelamatkan nyawa bayi prematur di Indonesia. Ia berharap inovasi ini dapat segera diproduksi massal dan diterapkan di seluruh fasilitas kesehatan, terutama di daerah terpencil.

Saya percaya bahwa inovasi ini adalah langkah kecil untuk menuju perubahan besar. Dengan dukungan dari berbagai pihak, kita bisa menciptakan masa depan yang lebih baik untuk generasi mendatang.”

 

Foto inkubator bayi saat dilakukan trial and error di laboratorium teknik Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Airlangga
    Tags: Indonesia Emas 2045
    Share344Tweet215Share60Pin77SendShare
    Kirim Tulisan
    Redaksi

    Redaksi

    Please login to join discussion
    Media Wanita

    Media Wanita menghadirkan berbagai informasi terbaru dan terpercaya tentang Wanita

    Follow Us

    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Cyber
    • Syarat & Ketentuan Tulisan
    • Syarat dan Ketentuan
    • Disclaimer
    • Hubungi Kami

    © 2023 Media Wanita - Informasi dan Berita Khusus Wanita

    No Result
    View All Result
    • Berita Utama
    • Gaya Hidup dan Hiburan
    • Kesehatan dan Kecantikan
    • Inspirasi
    • Kirim Tulisan
      • login
      • Akun Saya
      • Tulisan Saya
      • Logout
    • Login

    © 2023 Media Wanita - Informasi dan Berita Khusus Wanita