• Hubungi Redaksi
Kirim Tulisan
Akun Saya
Logout
Media Wanita
Kirim Tulisan
  • Berita Utama
  • Gaya Hidup dan Hiburan
  • Kesehatan dan Kecantikan
  • Inspirasi
  • Kirim Tulisan
    • login
    • Akun Saya
    • Tulisan Saya
    • Logout
Media Wanita
  • Berita Utama
  • Gaya Hidup dan Hiburan
  • Kesehatan dan Kecantikan
  • Inspirasi
  • Kirim Tulisan
    • login
    • Akun Saya
    • Tulisan Saya
    • Logout
No Result
View All Result
Media Wanita
No Result
View All Result
Home Opini

Rumah yang Kehilangan Ruang untuk Mendengar

Dinda Fatimah Zahra Syam Alfauzan by Dinda Fatimah Zahra Syam Alfauzan
5 June 2026
in Opini
A A
0
860
SHARES
1.2k
VIEWS

Ada satu pertanyaan yang terus mengganggu saya: ke mana perginya cerita-cerita yang tidak pernah sempat disampaikan?

Sebagian mungkin berakhir di obrolan larut malam bersama teman. Sebagian lain dititipkan kepada pasangan. Ada yang tercecer dalam catatan harian, unggahan anonim di media sosial, atau percakapan panjang dengan orang asing yang bahkan tidak pernah ditemui. Namun tidak sedikit pula yang akhirnya mengendap begitu saja menjadi kecemasan, kemarahan, dan kesedihan yang dipendam sendirian.

Kirim Tulisan

Fenomena ini menjadi semakin menarik ketika sebuah survei menunjukkan bahwa hanya sebagian kecil anak yang memilih orang tua sebagai tempat pertama untuk bercerita saat menghadapi masalah. Sebagian besar justru lebih nyaman berbagi cerita dengan teman. Data tersebut sering dibaca sebagai bukti bahwa generasi muda semakin jauh dari keluarga. Padahal persoalannya mungkin jauh lebih kompleks daripada itu.

Selama ini kita terlalu sering bertanya mengapa anak memilih bercerita kepada orang lain. Jarang sekali kita bertanya mengapa mereka tidak bercerita kepada keluarganya sendiri.

Dalam banyak masyarakat, keluarga diposisikan sebagai ruang pertama tempat seseorang belajar percaya kepada orang lain. Dari keluarga, seorang anak mengenal rasa aman, penerimaan, dan dukungan emosional. Namun dalam praktiknya, tidak semua keluarga mampu menjalankan fungsi tersebut. Banyak keluarga berhasil memenuhi kebutuhan fisik anak, tetapi kesulitan menyediakan ruang bagi kebutuhan emosionalnya.

Tidak sedikit anak yang tumbuh dengan perasaan bahwa mereka harus berhati-hati terhadap kata-kata mereka sendiri. Mereka belajar mengukur kalimat sebelum diucapkan. Menimbang apakah sebuah cerita akan dianggap penting atau justru diremehkan. Memikirkan apakah sebuah keluhan akan dipahami atau malah berubah menjadi ceramah panjang. Lama-kelamaan, berbicara bukan lagi menjadi cara untuk mencari dukungan, melainkan sumber kecemasan baru.

Dalam situasi seperti itu, diam sering kali disalahartikan sebagai ketidakpedulian. Padahal diam kerap lahir dari pengalaman yang berulang. Ketika seseorang merasa tidak didengar berkali-kali, ia tidak selalu memilih untuk terus menjelaskan. Ada saatnya ia berhenti mencoba.

Sebagai makhluk sosial, manusia tidak mungkin hidup tanpa ruang berbagi. Ketika satu pintu tertutup, ia akan mencari pintu lain. Teman, pasangan, komunitas, bahkan media sosial kemudian mengambil sebagian fungsi yang dahulu banyak dijalankan keluarga. Mereka menjadi tempat menitipkan keresahan yang tidak menemukan ruang di rumah.

Namun ruang-ruang itu tidak selalu mampu menggantikan keluarga. Teman juga memiliki batas. Pasangan memiliki persoalannya sendiri. Komunitas bisa datang dan pergi. Media sosial menawarkan perhatian yang cepat, tetapi sering kali dangkal. Akibatnya, banyak orang hidup di tengah keramaian relasi sosial tanpa benar-benar merasa memiliki tempat untuk bersandar.

Dari sudut pandang sosiologi, gejala ini menunjukkan perubahan dalam pola dukungan emosional masyarakat modern. Keluarga tidak lagi menjadi satu-satunya sumber pengakuan dan penerimaan. Peran tersebut kini tersebar ke berbagai jaringan sosial yang lebih luas. Meski demikian, satu hal tetap tidak berubah: kebutuhan manusia untuk didengar.

Karena itu, persoalan ini tidak seharusnya dipahami sebagai kompetisi antara keluarga dan teman. Ini bukan soal siapa yang lebih dipercaya. Ini tentang kemampuan sebuah relasi dalam menyediakan rasa aman. Seseorang akan membuka dirinya kepada pihak yang membuatnya merasa diterima. Bukan kepada yang paling dekat secara biologis, melainkan kepada yang paling dekat secara emosional.

Mungkin itulah sebabnya banyak anak memilih diam di rumah, tetapi mampu bercerita berjam-jam kepada orang lain. Bukan karena mereka tidak mencintai keluarganya. Bukan pula karena mereka sengaja menjauh. Bisa jadi mereka hanya sedang mencari sesuatu yang sangat sederhana: seseorang yang bersedia mendengarkan tanpa terburu-buru menghakimi.

Sebab pada akhirnya, tidak semua orang membutuhkan jawaban. Tidak semua orang membutuhkan solusi. Terkadang, yang paling dibutuhkan seseorang hanyalah keyakinan bahwa suaranya layak didengar.

Dan mungkin, sebelum bertanya mengapa anak-anak hari ini lebih memilih bercerita kepada orang lain, kita perlu mengajukan pertanyaan yang lebih mendasar kepada diri sendiri: kapan terakhir kali kita benar-benar mendengarkan mereka?

    Tags: ruangrumahRumah yang Kehilangan Ruang untuk Mendengar
    Share344Tweet215Share60Pin77SendShare
    Kirim Tulisan
    Dinda Fatimah Zahra Syam Alfauzan

    Dinda Fatimah Zahra Syam Alfauzan

    Dinda Fatimah Zahra Syam Alfauzan atau pemilik nama pena Faqod Faaz percaya bahwa setiap manusia menyimpan cerita yang layak didengar. Mahasiswa Sosiologi Unusia ini menulis tentang perempuan, keluarga, pendidikan, dan berbagai wajah kehidupan sosial yang sering luput diperhatikan. Aktif sebagai kontributor NU Online dan sejumlah media digital. Jejaknya dapat ditelusuri melalui Instagram @difaatimah_13 dan @faq_odfaaz.

    Please login to join discussion

    Terbaru

    Kisah Inspiratif Raissa Adelia, Raih Runner Up 2 Indonesia’s Girl 2026 dan Siap Tebar Dampak Positif
    Acara dan Event

    Kisah Inspiratif Raissa Adelia, Raih Runner Up 2 Indonesia’s Girl 2026 dan Siap Tebar Dampak Positif

    by tondosusanto
    16 July 2026
    0

    Panggung pageant tanah air kembali melahirkan talenta muda yang tidak hanya memesona, tetapi juga berprestasi. Raissa Adelia Haryanto Badar, atau...

    Read moreDetails
    Nayyara Azarine Farrashila Tampil Memukau di Indonesia Trend Fashion Week 2026, Bangga Angkat Wastra Indonesia

    Nayyara Azarine Farrashila Tampil Memukau di Indonesia Trend Fashion Week 2026, Bangga Angkat Wastra Indonesia

    10 July 2026
    Cut Bianca Shaleeta Hadirkan Ruang Harapan Bersama KIKA, Program Edukasi dan Literasi untuk Anak Indonesia

    Cut Bianca Shaleeta Hadirkan Ruang Harapan Bersama KIKA, Program Edukasi dan Literasi untuk Anak Indonesia

    9 July 2026
    Fantastic! Ajang Pemilihan Puteri Anak dan Puteri Remaja Indonesia Banten 2026 Berlangsung Sukses dan Meriah

    Pendaftaran Puteri Anak dan Puteri Remaja Banten 2027 Resmi Dibuka, Kesempatan Emas Menuju Ajang Nasional

    9 July 2026
    Indonesia's Girl 2026 Umumkan Para Juara, Derry Dahlan: Siap Lahirkan Model Muda Berprestasi

    Indonesia’s Girl 2026 Umumkan Para Juara, Derry Dahlan: Siap Lahirkan Model Muda Berprestasi

    8 July 2026
    Media Wanita

    Media Wanita menghadirkan berbagai informasi terbaru dan terpercaya tentang Wanita

    Follow Us

    Backlink

    Media Wanita, Pelataran, Berita Properti, Mobil Babe, Ada Apa, Satu Rumah, Puteri Anak & Remaja Banten, Anugerah Lima Bintang, Desta Semesta Anugerah, Anissa Quinn, Shira Dominique, Ry Hyori,

    Pemberitahuan

    MediaWanita.com adalah portal berita komunitas yang berpusat di Jakarta dan tidak memiliki kantor perwakilan dimanapun. Tulisan atau berita yang ada merupakan kontribusi penulis lepas dari seluruh Indonesia bahkan dari seluruh dunia. Hati-Hati dengan oknum yang meng-atas-nama-kan MediaWanita.com dengan mengaku sebagai wartawan, karena kami tidak memiliki wartawan dan tidak mengeluarkan kartu pengenal wartawan atau Kartu Pers atau Press ID Card.

    KonMeWa

    KonMeWa adalah singkatan dari Kontributor Media Wanita yang merupakan perwakilan dari individu atau instansi yang bertanggung-jawab penuh atas semua tulisan yang diterbitkan di MediaWanita.com sesuai dengan Syarat dan Ketentuan yang berlaku di MediaWanita.com

    Lapor & Sanggahan

    Jika Anda merasa keberatan dengan adanya tulisan, gambar, atau video yang ditampilkan di situs ini karena alasan hak cipta atau alasan lainnya, silakan hubungi tim redaksi melalui email di:

    📧 [email protected]

    Kami akan segera meninjau dan menghapus konten yang dimaksud sesuai dengan kebijakan dan pertimbangan redaksi.

    Salsa
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Cyber
    • Syarat & Ketentuan Tulisan
    • Syarat dan Ketentuan
    • Disclaimer
    • Hubungi Kami

    © 2023 Media Wanita - Informasi dan Berita Khusus Wanita

    No Result
    View All Result
    • Berita Utama
    • Gaya Hidup dan Hiburan
    • Kesehatan dan Kecantikan
    • Inspirasi
    • Kirim Tulisan
      • login
      • Akun Saya
      • Tulisan Saya
      • Logout
    • Login

    © 2023 Media Wanita - Informasi dan Berita Khusus Wanita