• Hubungi Redaksi
Kirim Tulisan
Akun Saya
Logout
Media Wanita
Kirim Tulisan
  • Berita Utama
  • Gaya Hidup dan Hiburan
  • Kesehatan dan Kecantikan
  • Inspirasi
  • Kirim Tulisan
    • login
    • Akun Saya
    • Tulisan Saya
    • Logout
Media Wanita
  • Berita Utama
  • Gaya Hidup dan Hiburan
  • Kesehatan dan Kecantikan
  • Inspirasi
  • Kirim Tulisan
    • login
    • Akun Saya
    • Tulisan Saya
    • Logout
No Result
View All Result
Media Wanita
No Result
View All Result
Home Ragam

Sebelum Orang Lain Menilai, Mengapa Perempuan Sudah Lebih Dulu Menghakimi Dirinya?

Dinda Fatimah Zahra Syam Alfauzan by Dinda Fatimah Zahra Syam Alfauzan
13 September 2026
in Ragam
A A
0
851
SHARES
1.2k
VIEWS

Seorang perempuan hendak mengunggah foto. Ia sudah memilih pakaian, mencari cahaya yang tepat, lalu membuka kamera. Namun, sebelum menekan tombol unggah, muncul pertanyaan yang barangkali akrab bagi banyak perempuan: apakah wajahku terlihat gemuk? Terlalu terbuka? Terlalu banyak bergaya? Nanti orang berpikir apa?

Tidak ada yang sedang melarang. Tidak ada aturan tertulis yang menentukan bagaimana ia harus terlihat. Namun, ia tetap mengoreksi diri.

Barangkali, persoalan perempuan hari ini bukan hanya bagaimana orang lain melihat kita. Kita bahkan telah belajar melihat diri sendiri melalui mata orang lain.

Jean-Paul Sartre menawarkan gagasan yang menarik untuk memahami pengalaman tersebut melalui konsep the Look atau le regard. Dalam Being and Nothingness, Sartre menggambarkan bagaimana kehadiran tatapan orang lain membuat seseorang menyadari dirinya sebagai objek yang dapat dilihat dan dinilai. Kita tidak lagi hanya mengalami diri sebagai subjek yang menjalani kehidupan, tetapi juga sebagai seseorang yang berada dalam pandangan orang lain.

Pengalaman itu sangat dekat dengan kehidupan perempuan.

Kita bercermin, tetapi yang muncul di kepala bukan hanya wajah sendiri. Ada standar kecantikan yang ikut berdiri di depan cermin. Kita memilih pakaian, tetapi yang dipertimbangkan bukan hanya kenyamanan. Ada kemungkinan komentar orang lain. Kita memilih pekerjaan, pasangan, bahkan keputusan untuk menikah atau tidak, sambil membayangkan bagaimana pilihan itu akan dibaca oleh keluarga dan lingkungan.

Media sosial membuat tatapan tersebut semakin sulit dihindari.

Di sana, tubuh dan kehidupan perempuan dapat menjadi sesuatu yang dilihat, dibandingkan, dikomentari, dan diberi penilaian. Jumlah suka, komentar, serta respons orang lain memang bukan ukuran nilai seseorang. Tetapi tetap saja, semuanya dapat memengaruhi cara seseorang melihat dirinya.

Persoalannya menjadi lebih rumit karena tatapan tidak harus hadir secara nyata untuk bekerja.

Kita tidak perlu menunggu seseorang mengatakan tubuh kita terlalu gemuk untuk merasa tubuh kita kurang ideal. Kita sudah mengenal standar itu dari iklan, film, percakapan keluarga, candaan teman, dan unggahan yang terus muncul di layar.

Lalu standar tersebut perlahan masuk ke dalam kepala.

Perempuan mulai mengawasi dirinya sendiri.

Bukan hanya, “Apa yang aku inginkan?”

Melainkan, “Apa yang akan mereka pikirkan?”

Di sinilah pengalaman perempuan dapat dibaca melalui gagasan Sartre tentang manusia sebagai being-for-others, keberadaan diri sebagaimana dialami dalam relasi dengan pandangan orang lain.

Perempuan yang belum menikah merasa perlu menjelaskan statusnya. Perempuan yang bekerja sampai malam dianggap terlalu mengejar karier. Perempuan yang memilih menjadi ibu rumah tangga ditanya mengapa pendidikannya tidak digunakan. Perempuan yang tidak ingin memiliki anak dianggap belum memahami hidup. Perempuan yang terlalu tegas disebut galak, sedangkan yang terlalu diam dianggap tidak punya pendirian.

Pilihan yang sama dapat memperoleh penilaian berbeda hanya karena dilakukan oleh perempuan.

Pada akhirnya, perempuan tidak hanya menjalani hidup. Ia juga belajar mengantisipasi bagaimana hidupnya akan dinilai.

Di sinilah persoalannya bukan lagi sekadar “jangan pedulikan omongan orang.”

Kirim Tulisan

Kalimat itu terlalu sederhana.

Kita hidup bersama orang lain. Penilaian sosial tidak mungkin dihapus begitu saja. Bahkan, manusia memang mengenali dirinya melalui relasi dengan sesamanya. Yang perlu dipertanyakan adalah ketika pandangan orang lain menjadi begitu dominan hingga seseorang kesulitan membedakan keinginannya sendiri dari ekspektasi sosial.

Kita berkata, “Aku memang tidak ingin.”

Tetapi mungkin yang sebenarnya terjadi adalah, “Aku takut kalau orang lain tidak menyukainya.”

Kita berkata, “Aku belum siap.”

Padahal, bisa jadi yang belum siap bukan diri kita, melainkan diri kita menghadapi pertanyaan orang lain.

Tentu, tidak setiap keputusan yang mempertimbangkan keluarga, pasangan, atau lingkungan berarti keputusan tersebut tidak autentik. Manusia selalu berada dalam situasi sosial. Mempertimbangkan orang lain adalah bagian dari kehidupan bersama.

Namun, ada perbedaan antara mendengarkan orang lain dan menyerahkan kendali atas diri kepada penilaian mereka.

Di tengah budaya yang semakin ramai oleh komentar, unggahan, dan perbandingan, mungkin kebebasan perempuan tidak cukup diukur dari banyaknya pilihan yang tersedia.

Kita juga perlu bertanya: apakah perempuan masih merasa bebas ketika memilih?

Sebab seseorang bisa memiliki banyak pilihan, tetapi tetap merasa harus memilih yang paling mudah diterima.

Perempuan tidak harus menjadi manusia yang sama sekali tidak peduli pada pandangan orang lain. Itu hampir mustahil. Kita hidup di antara orang lain, bukan di ruang kosong.

Yang lebih penting adalah mengetahui kapan tatapan orang lain berhenti menjadi pertimbangan dan mulai menjadi penentu.

Kita boleh mendengar komentar. Kita boleh menerima kritik. Kita bahkan boleh berubah karena masukan orang lain.

Tetapi hidup bukan ruang sidang tempat setiap pilihan perempuan harus mendapatkan persetujuan.

Barangkali pertanyaan yang perlu kita ajukan bukan lagi, “Bagaimana agar orang lain berhenti menilai saya?”

Sebab kita tidak pernah benar-benar dapat mengendalikan tatapan orang lain.

Pertanyaan yang lebih sulit adalah:

Setelah semua tatapan itu datang, apakah kita masih mampu melihat diri sendiri dengan mata kita sendiri?

    Tags: MenghakiminilaiPerempuan
    Share340Tweet213Share60Pin77SendShare
    Kirim Tulisan
    Dinda Fatimah Zahra Syam Alfauzan

    Dinda Fatimah Zahra Syam Alfauzan

    Dinda Fatimah Zahra Syam Alfauzan atau pemilik nama pena Faqod Faaz percaya bahwa setiap manusia menyimpan cerita yang layak didengar. Mahasiswa Sosiologi Unusia ini menulis tentang perempuan, keluarga, pendidikan, dan berbagai wajah kehidupan sosial yang sering luput diperhatikan. Aktif sebagai redaktur Katasulsel.com dan kontributor NU Online serta sejumlah media digital. Jejaknya dapat ditelusuri melalui Instagram @difaatimah_13 dan @faq_odfaaz.

    Please login to join discussion

    Terbaru

    Bawa Pesan Self-Love, Auddrey Shaquilla Siap Harumkan Bengkulu di Ajang Puteri Anak Indonesia 2026
    Gaya Hidup dan Hiburan

    Bawa Pesan Self-Love, Auddrey Shaquilla Siap Harumkan Bengkulu di Ajang Puteri Anak Indonesia 2026

    by Redaksi
    12 September 2026
    0

    Bawa Pesan Self-Love, Auddrey Shaquilla Siap Harumkan Bengkulu di Ajang Puteri Anak Indonesia 2026 Mencintai bangsa ternyata bisa dimulai dari...

    Read moreDetails
    Didukung Disparekraf DKI Jakarta, Ayesha Shanum Siap Harumkan Nama Jakarta di Ajang Puteri Batik Cilik Indonesia 2026

    Didukung Disparekraf DKI Jakarta, Ayesha Shanum Siap Harumkan Nama Jakarta di Ajang Puteri Batik Cilik Indonesia 2026

    12 September 2026
    Dari kiri ke kanan: dr. Arti Indira, M.Gizi, Sp.GK, FINEM, Alexandra Askandar (Wakil Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk), Vera Febyanthy (Komisaris PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk), dr. Teuku Adifitrian (dr. Tompi), Sp.B.P.R.E, Subsp. E.L.(K)

    BNI Beyoutiful Symphony Festival 2026 Hadirkan Edukasi Bedah Plastik Estetik dan Inovasi Medis

    12 September 2026
    Kenalan dengan Ameera Delisha: Puteri Remaja Jakarta Lingkungan 2026 yang Cantik, Berprestasi, & Peduli BUMI!

    Kenalan dengan Ameera Delisha: Puteri Remaja Jakarta Lingkungan 2026 yang Cantik, Berprestasi, & Peduli BUMI!

    10 September 2026
    BNI Beyoutiful Symphony Festival Kembali Hadir Pada Tanggal 11-13 September 2026

    BNI Beyoutiful Symphony Festival Kembali Hadir Pada Tanggal 11-13 September 2026

    4 September 2026
    Media Wanita

    Media Wanita menghadirkan berbagai informasi terbaru dan terpercaya tentang Wanita

    Follow Us

    Backlink

    Media Wanita, Pelataran, Berita Properti, Mobil Babe, Ada Apa, Satu Rumah, Puteri Anak & Remaja Banten, Anugerah Lima Bintang, Desta Semesta Anugerah, Anissa Quinn, Shira Dominique, Ry Hyori,

    Pemberitahuan

    MediaWanita.com adalah portal berita komunitas yang berpusat di Jakarta dan tidak memiliki kantor perwakilan dimanapun. Tulisan atau berita yang ada merupakan kontribusi penulis lepas dari seluruh Indonesia bahkan dari seluruh dunia. Hati-Hati dengan oknum yang meng-atas-nama-kan MediaWanita.com dengan mengaku sebagai wartawan, karena kami tidak memiliki wartawan dan tidak mengeluarkan kartu pengenal wartawan atau Kartu Pers atau Press ID Card.

    KonMeWa

    KonMeWa adalah singkatan dari Kontributor Media Wanita yang merupakan perwakilan dari individu atau instansi yang bertanggung-jawab penuh atas semua tulisan yang diterbitkan di MediaWanita.com sesuai dengan Syarat dan Ketentuan yang berlaku di MediaWanita.com

    Lapor & Sanggahan

    Jika Anda merasa keberatan dengan adanya tulisan, gambar, atau video yang ditampilkan di situs ini karena alasan hak cipta atau alasan lainnya, silakan hubungi tim redaksi melalui email di:

    📧 redaksi@mediawanita.com

    Kami akan segera meninjau dan menghapus konten yang dimaksud sesuai dengan kebijakan dan pertimbangan redaksi.

    Salsa
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Cyber
    • Syarat & Ketentuan Tulisan
    • Syarat dan Ketentuan
    • Disclaimer
    • Hubungi Kami

    © 2023 Media Wanita - Informasi dan Berita Khusus Wanita

    No Result
    View All Result
    • Berita Utama
    • Gaya Hidup dan Hiburan
    • Kesehatan dan Kecantikan
    • Inspirasi
    • Kirim Tulisan
      • login
      • Akun Saya
      • Tulisan Saya
      • Logout
    • Login

    © 2023 Media Wanita - Informasi dan Berita Khusus Wanita