• Hubungi Redaksi
Kirim Tulisan
Akun Saya
Logout
Media Wanita
Kirim Tulisan
  • Berita Utama
  • Gaya Hidup dan Hiburan
  • Kesehatan dan Kecantikan
  • Inspirasi
  • Kirim Tulisan
    • login
    • Akun Saya
    • Tulisan Saya
    • Logout
Media Wanita
  • Berita Utama
  • Gaya Hidup dan Hiburan
  • Kesehatan dan Kecantikan
  • Inspirasi
  • Kirim Tulisan
    • login
    • Akun Saya
    • Tulisan Saya
    • Logout
No Result
View All Result
Media Wanita
No Result
View All Result
Home Berita Utama

Waspadai Leptospirosis, Dosen FK Udinus Ungkap Bahaya dan Cara Pencegahannya

Redaksi by Redaksi
22 January 2025
in Berita Utama
A A
0
856
SHARES
1.2k
VIEWS

Leptospirosis, atau yang dikenal juga sebagai penyakit Weil, merupakan infeksi bakteri Leptospira sp. yang dapat menyerang manusia dan hewan. Penyakit itu sering muncul di daerah tropis, terutama di wilayah dengan sanitasi buruk atau setelah banjir. dr. Cynthia Arsita, M.Biomed salah satu dosen Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Dian Nuswantoro (Udinus), menerangkan tentang bahaya leptospirosis, gejalanya, dan cara pencegahannya.

Dr. Cynthia memaparkan, bahwa Leptospirosis adalah penyakit zoonosis yang dapat menular dari hewan ke manusia. Bakteri itu biasanya menyebar melalui kontak dengan air atau tanah yang terkontaminasi urine hewan, seperti tikus atau anjing.

Kondisi seperti banjir sangat meningkatkan risiko penularan. Penyakit tersebut, memiliki beberapa tahap gejala, mulai dari ringan hingga berat. Pada fase awal atau anikterik, penderita sering mengalami demam tinggi, nyeri otot terutama di betis, sakit kepala, serta mata merah.

“Jika tidak ditangani, gejala bisa berkembang menjadi lebih berat, seperti ikterus atau kuning pada kulit dan mata, gangguan ginjal, hingga gagal napas,” tambahnya.

Fase berat, yang dikenal sebagai Weil’s Disease, dapat menyebabkan komplikasi serius seperti perdarahan, gagal ginjal, dan gangguan paru-paru. Pada kondisi tertentu, penyakit itu, bisa berujung fatal, terutama pada individu dengan daya tahan tubuh rendah. Lanjut dr. Cynthia, langkah pencegahan adalah kunci untuk menekan angka kasus leptospirosis.

“Hindari kontak langsung dengan air yang diduga tercemar, gunakan pelindung seperti sepatu bot saat bekerja di area berlumpur, dan pastikan makanan serta minuman terlindungi dari hewan pengerat,” ujarnya.

Dokter Cynthia menekankan pentingnya memeriksa luka pada kulit agar selalu tertutup rapat. Bakteri Leptospira dapat masuk melalui luka kecil sekalipun. Jadi, ia pun mengingatkan agar menjaga kebersihan tubuh, terutama setelah beraktivitas di luar ruangan. Harapannya masyarakat dapat menjaga kebersihan lingkungan dan meningkatkan kesadaran akan bahaya leptospirosis.

Kirim Tulisan

“Masyarakat untuk segera berkonsultasi ke dokter jika mengalami gejala leptospirosis. Pemeriksaan dini dapat membantu mencegah komplikasi. Biasanya, dokter akan memberikan antibiotik seperti doksisiklin atau penisilin untuk mengatasi infeksi. Dengan langkah pencegahan yang tepat, kita bisa melindungi diri dan keluarga dari penyakit ini,” tutupnya.

 

    Share342Tweet214Share60Pin77SendShare
    Kirim Tulisan
    Redaksi

    Redaksi

    Please login to join discussion
    Media Wanita

    Media Wanita menghadirkan berbagai informasi terbaru dan terpercaya tentang Wanita

    Follow Us

    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Cyber
    • Syarat & Ketentuan Tulisan
    • Syarat dan Ketentuan
    • Disclaimer
    • Hubungi Kami

    © 2023 Media Wanita - Informasi dan Berita Khusus Wanita

    No Result
    View All Result
    • Berita Utama
    • Gaya Hidup dan Hiburan
    • Kesehatan dan Kecantikan
    • Inspirasi
    • Kirim Tulisan
      • login
      • Akun Saya
      • Tulisan Saya
      • Logout
    • Login

    © 2023 Media Wanita - Informasi dan Berita Khusus Wanita