• Hubungi Redaksi
Kirim Tulisan
Akun Saya
Logout
Media Wanita
Kirim Tulisan
  • Berita Utama
  • Gaya Hidup dan Hiburan
  • Kesehatan dan Kecantikan
  • Inspirasi
  • Kirim Tulisan
    • login
    • Akun Saya
    • Tulisan Saya
    • Logout
Media Wanita
  • Berita Utama
  • Gaya Hidup dan Hiburan
  • Kesehatan dan Kecantikan
  • Inspirasi
  • Kirim Tulisan
    • login
    • Akun Saya
    • Tulisan Saya
    • Logout
No Result
View All Result
Media Wanita
No Result
View All Result
Home Profil

Remaja Putri Kota Bima Ambil Peran dalam Pengawasan Obat dan Makanan Melalui Saka POM

Aera Shakila by Aera Shakila
8 June 2026
in Profil
A A
0
854
SHARES
1.2k
VIEWS

Kota Bima – Upaya meningkatkan partisipasi remaja putri dalam pembangunan kesehatan masyarakat terus didorong oleh Balai Pengawas Obat dan Makanan (Balai POM) di Bima. Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah melalui pembentukan dan pelantikan anggota Satuan Karya Pramuka Pengawasan Obat dan Makanan (Saka POM) Kota Bima yang berlangsung di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Bima pada Senin, 8 Juni 2026.

Pada pelantikan Angkatan I tersebut, sebanyak 21 Pramuka Penegak resmi dikukuhkan sebagai anggota Saka POM Kota Bima. Dari jumlah tersebut, sepuluh orang merupakan Pramuka Penegak Putri yang siap mengambil peran sebagai agen edukasi dan pelopor dalam upaya pengawasan obat dan makanan di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Kehadiran anggota Pramuka Penegak Putri dalam Saka POM Kota Bima menjadi bagian penting dalam memperkuat keterlibatan perempuan dalam isu kesehatan masyarakat. Melalui organisasi ini, para anggota tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai keamanan obat dan makanan, tetapi juga dibekali kemampuan untuk menyampaikan informasi yang benar kepada masyarakat terkait penggunaan obat yang aman, pencegahan penyalahgunaan obat-obatan tertentu, serta pentingnya memilih makanan yang memenuhi standar keamanan.

Kepala Balai POM di Bima, Adjis Sandjaya, mengatakan bahwa perempuan memiliki posisi strategis dalam membangun budaya hidup sehat di masyarakat. Menurutnya, edukasi yang diberikan kepada remaja putri memiliki dampak yang luas karena perempuan sering kali berperan sebagai sumber informasi dan pengambil keputusan dalam keluarga, terutama terkait kesehatan dan konsumsi makanan.

Kirim Tulisan

“Perempuan memiliki kemampuan untuk menjadi penggerak perubahan di lingkungan sekitarnya. Ketika seorang remaja putri memahami pentingnya keamanan obat dan makanan, maka pengetahuan tersebut tidak hanya bermanfaat bagi dirinya sendiri, tetapi juga dapat diteruskan kepada keluarga, teman sebaya, dan masyarakat,” ujarnya saat memberikan orientasi kepada calon anggota Saka POM sebelum pelantikan dilaksanakan.

Ia menjelaskan bahwa tantangan di bidang pengawasan obat dan makanan saat ini semakin kompleks. Maraknya informasi yang tidak akurat di media sosial, peredaran produk yang tidak memenuhi ketentuan, hingga penyalahgunaan obat-obatan tertentu menjadi persoalan yang membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk generasi muda.

Dalam konteks tersebut, anggota Saka POM diharapkan dapat menjadi mitra strategis Balai POM dalam menyebarluaskan informasi yang benar dan membangun kesadaran masyarakat sejak usia dini. Peran tersebut dinilai sangat relevan dengan karakteristik perempuan yang dikenal memiliki kemampuan komunikasi, kepedulian sosial, dan kedekatan emosional yang kuat dalam berinteraksi dengan lingkungan sekitar.

Pelantikan anggota Saka POM Kota Bima juga menjadi momentum untuk memperkuat kepemimpinan perempuan di kalangan generasi muda. Melalui berbagai kegiatan yang akan dilaksanakan ke depan, anggota Pramuka Penegak Putri akan mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan berbicara di depan publik, bekerja dalam tim, mengelola kegiatan sosial, serta memimpin berbagai program edukasi kesehatan.

Pimpinan Saka POM Kota Bima, Emilia Haryati, menilai keterlibatan Pramuka Penegak Putri dalam organisasi ini merupakan investasi penting dalam menciptakan generasi perempuan yang berdaya dan memiliki kepedulian terhadap isu kesehatan masyarakat.

Menurutnya, perempuan saat ini tidak hanya dituntut untuk berprestasi di bidang akademik, tetapi juga perlu memiliki kemampuan beradaptasi, berpikir kritis, dan berkontribusi terhadap lingkungan sosial. Melalui Saka POM, para anggota Pramuka Penegak Putri diberikan ruang untuk mengembangkan seluruh potensi tersebut.

“Pramuka Penegak Putri memiliki potensi besar untuk menjadi inspirasi dan teladan. Melalui kegiatan Saka POM, mereka dapat belajar menjadi komunikator yang baik, pemimpin yang bertanggung jawab, sekaligus agen perubahan yang membawa manfaat bagi masyarakat,” katanya.

Keberadaan sepuluh anggota Pramuka Penegak Putri dalam Angkatan I Saka POM Kota Bima juga menunjukkan meningkatnya minat remaja perempuan untuk terlibat dalam kegiatan pengabdian masyarakat. Hal ini menjadi sinyal positif bahwa semakin banyak perempuan muda yang ingin mengambil peran aktif dalam mendukung pembangunan kesehatan dan perlindungan konsumen.

Sebagai anggota Saka POM, para Pramuka Penegak Putri nantinya akan terlibat dalam berbagai kegiatan edukasi, kampanye keamanan pangan, sosialisasi penggunaan obat yang rasional, serta penyebaran informasi mengenai bahaya penyalahgunaan obat-obatan tertentu. Mereka juga akan mendapatkan pembinaan dan pelatihan yang dirancang untuk meningkatkan kompetensi serta kemampuan kepemimpinan.

Partisipasi perempuan dalam kegiatan tersebut diharapkan mampu memperluas jangkauan edukasi kepada masyarakat. Dengan pendekatan yang lebih dekat kepada keluarga dan komunitas, anggota putri Saka POM dapat menjadi jembatan informasi yang efektif dalam membangun kesadaran mengenai pentingnya keamanan obat dan makanan.

Pelantikan Angkatan I Saka POM Kota Bima menjadi awal dari lahirnya kader-kader perempuan muda yang tidak hanya aktif dalam kegiatan kepramukaan, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap kesehatan masyarakat. Melalui pengetahuan, keterampilan, dan semangat pengabdian yang dimiliki, mereka diharapkan mampu berkontribusi dalam menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan terlindungi dari risiko penggunaan obat yang tidak tepat maupun konsumsi pangan yang tidak aman.

Dengan semangat Tri Satya dan Dasa Dharma Pramuka, para anggota putri Saka POM Kota Bima diharapkan dapat menjadi pelopor perubahan sekaligus inspirasi bagi generasi muda lainnya untuk berani mengambil peran dalam membangun masyarakat yang sehat, cerdas, dan berdaya. Perempuan muda tidak hanya menjadi bagian dari penerima manfaat pembangunan, tetapi juga menjadi aktor penting yang turut menentukan masa depan kesehatan masyarakat.

    Tags: Saka POM
    Share342Tweet214Share60Pin77SendShare
    Kirim Tulisan
    Aera Shakila

    Aera Shakila

    Please login to join discussion
    Media Wanita

    Media Wanita menghadirkan berbagai informasi terbaru dan terpercaya tentang Wanita

    Follow Us

    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Cyber
    • Syarat & Ketentuan Tulisan
    • Syarat dan Ketentuan
    • Disclaimer
    • Hubungi Kami

    © 2023 Media Wanita - Informasi dan Berita Khusus Wanita

    No Result
    View All Result
    • Berita Utama
    • Gaya Hidup dan Hiburan
    • Kesehatan dan Kecantikan
    • Inspirasi
    • Kirim Tulisan
      • login
      • Akun Saya
      • Tulisan Saya
      • Logout
    • Login

    © 2023 Media Wanita - Informasi dan Berita Khusus Wanita