• Hubungi Redaksi
Kirim Tulisan
Akun Saya
Logout
Media Wanita
Kirim Tulisan
  • Berita Utama
  • Gaya Hidup dan Hiburan
  • Kesehatan dan Kecantikan
  • Inspirasi
  • Kirim Tulisan
    • login
    • Akun Saya
    • Tulisan Saya
    • Logout
Media Wanita
  • Berita Utama
  • Gaya Hidup dan Hiburan
  • Kesehatan dan Kecantikan
  • Inspirasi
  • Kirim Tulisan
    • login
    • Akun Saya
    • Tulisan Saya
    • Logout
No Result
View All Result
Media Wanita
No Result
View All Result
Home Berita Utama

Siswa MAN 2 Bantul Aktif Lestarikan Budaya dengan Gunakan Baju Adat Ngayogyokarto Hadiningrat pada Kamis Pon

Redaksi by Redaksi
18 January 2025
in Berita Utama
A A
0
852
SHARES
1.2k
VIEWS

Bantul (MAN 2 Bantul) -Tradisi budaya terus dijaga dan dirawat oleh masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Salah satunya melalui kebijakan pemakaian baju adat gagrak Ngayogyokarto Hadiningrat pada setiap Kamis Pon. Tradisi ini juga diimplementasikan di lingkungan MAN 2 Bantul, melibatkan siswa, guru, tenaga kependidikan, hingga seluruh sivitas akademik madrasah pada hari Kamis (16/1/25).

Kebijakan ini bertujuan untuk nguri-uri (melestarikan) budaya adiluhung Keraton Yogyakarta dan menanamkan kecintaan pada sejarah panjang berdirinya keraton sebagai pusat peradaban dan simbol kebesaran budaya dan agama.

Kirim Tulisan

Hari ini, suasana di MAN 2 Bantul terasa berbeda. Siswa dan guru tampil elegan mengenakan pakaian adat khas Yogyakarta, lengkap dengan berbagai atribut tradisionalnya. Nuansa khidmat menyelimuti seluruh aktivitas madrasah, menciptakan suasana kehidupan tempo dulu yang penuh makna dan kebersahajaan.

“Melalui tradisi ini, kami ingin menanamkan kecintaan kepada tanah kelahiran sekaligus mengajarkan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam budaya Yogyakarta,” ujar Kepala MAN 2 Bantul, Nur Hasanah Rahmawati, S.Ag., MM.

Ia menambahkan, Keraton Yogyakarta bukan hanya simbol keagungan budaya, tetapi juga lambang syiar Islam yang mengedepankan nilai toleransi dan keharmonisan. Oleh karenanya, pemakaian baju adat ini juga menjadi bagian dari pendidikan karakter bagi siswa, menanamkan rasa bangga pada identitas budaya sekaligus menumbuhkan rasa hormat pada nilai-nilai luhur yang diwariskan.

Antusiasme para siswa dan guru dalam mengenakan pakaian adat mencerminkan semangat kebersamaan untuk menjaga keberadaan Keraton Yogyakarta sebagai bagian dari kekayaan budaya nasional. Tradisi ini diharapkan menjadi pengingat akan pentingnya melestarikan nilai-nilai kearifan lokal di tengah perkembangan zaman yang serba modern.

“Semoga kecintaan terhadap budaya ini dapat terus tumbuh, bukan hanya di kalangan siswa tetapi juga masyarakat luas,” tutup Nur Hasanah Rahmawati.

Pemakaian baju adat setiap Kamis Pon ini diharapkan mampu menjadi simbol kebanggaan akan budaya Yogyakarta, mempererat hubungan masyarakat dengan nilai-nilai budaya, dan menciptakan generasi yang peduli terhadap warisan leluhur. (Edi S)

    Share341Tweet213Share60Pin77SendShare
    Kirim Tulisan
    Redaksi

    Redaksi

    Please login to join discussion
    Media Wanita

    Media Wanita menghadirkan berbagai informasi terbaru dan terpercaya tentang Wanita

    Follow Us

    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Cyber
    • Syarat & Ketentuan Tulisan
    • Syarat dan Ketentuan
    • Disclaimer
    • Hubungi Kami

    © 2023 Media Wanita - Informasi dan Berita Khusus Wanita

    No Result
    View All Result
    • Berita Utama
    • Gaya Hidup dan Hiburan
    • Kesehatan dan Kecantikan
    • Inspirasi
    • Kirim Tulisan
      • login
      • Akun Saya
      • Tulisan Saya
      • Logout
    • Login

    © 2023 Media Wanita - Informasi dan Berita Khusus Wanita