SIDOARJO – Di balik kemeriahan festival seni dan budaya, terdapat tenaga kesehatan yang bersiaga untuk memberikan pertolongan ketika dibutuhkan. Kehadiran mereka menjadi bagian penting dalam mendukung penyelenggaraan kegiatan publik yang memperhatikan kesehatan, keselamatan, dan kenyamanan masyarakat.
Semangat tersebut terlihat melalui dukungan tim kesehatan RSI Siti Hajar Sidoarjo dalam Festival Budaya Munali Patah 2026 yang berlangsung pada Sabtu sore (17/10/2026) di Sidoarjo. Dalam kegiatan ini, para tenaga kesehatan perempuan atau yang dikenal sebagai Srikandi RSI Siti Hajar menjadi representasi dedikasi tenaga medis dalam menjalankan tugas pelayanan kesehatan di luar lingkungan rumah sakit.
Kehadiran Srikandi RSI Siti Hajar tidak hanya mencerminkan profesionalisme tenaga kesehatan perempuan, tetapi juga menunjukkan pentingnya kesiapsiagaan medis dalam mendukung kegiatan kebudayaan yang melibatkan seniman, panitia, pengunjung, dan masyarakat.
Festival Munali Patah menjadi ruang untuk merawat warisan budaya lokal sekaligus mempertemukan berbagai elemen masyarakat melalui seni dan tradisi. Di tengah aktivitas tersebut, dukungan kesehatan menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan agar kegiatan dapat berlangsung dengan baik.
Koordinator Humas RSI Siti Hajar Sidoarjo, Bayu Eka, menyampaikan bahwa keterlibatan tenaga kesehatan dalam kegiatan publik merupakan bentuk komitmen rumah sakit untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.
“Pelayanan kesehatan tidak hanya berlangsung di dalam rumah sakit. Melalui dukungan dalam kegiatan masyarakat, kami ingin menunjukkan bahwa tenaga kesehatan juga memiliki peran penting dalam mendukung berbagai aktivitas publik. Kehadiran Srikandi RSI Siti Hajar menjadi bagian dari semangat pelayanan yang profesional, peduli, dan humanis,” ujar Bayu Eka.
Menurutnya, dukungan kesehatan dalam kegiatan budaya juga menjadi bentuk kolaborasi antara sektor kesehatan dan pelaku seni untuk menciptakan ruang publik yang lebih memperhatikan kebutuhan masyarakat.
Selain memberikan dukungan kesehatan, kegiatan ini turut menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dalam penyelenggaraan acara atau event safety.
Marketing Communication (Markom) RSI Siti Hajar Sidoarjo, Fahmi Adimara, menegaskan bahwa aspek keselamatan perlu menjadi bagian dari perencanaan setiap kegiatan, termasuk festival kebudayaan.
“Ketika sebuah event menghadirkan banyak orang, keselamatan dan kesehatan harus menjadi perhatian bersama. Kita tidak hanya berbicara tentang kemeriahan acara, tetapi juga bagaimana peserta, pengunjung, panitia, dan pengisi acara mendapatkan perlindungan yang memadai. Di sinilah dukungan tim kesehatan dan penerapan prinsip K3 memiliki peran penting,” jelas Fahmi.
Ia menambahkan, penyelenggaraan event yang aman membutuhkan perencanaan yang baik, mulai dari identifikasi potensi bahaya, pengelolaan kepadatan pengunjung, kesiapan akses evakuasi, hingga koordinasi dengan petugas keamanan dan tenaga kesehatan.
Dalam konteks tersebut, tenaga kesehatan perempuan memiliki peran yang sama pentingnya dalam mendukung kesiapsiagaan medis di lapangan. Kompetensi, ketelitian, komunikasi, serta kemampuan merespons kebutuhan pasien menjadi bagian dari profesionalisme yang dibutuhkan dalam pelayanan kesehatan.
“Bagi saya, Srikandi RSI Siti Hajar bukan sekadar sebutan bagi tenaga kesehatan perempuan. Mereka adalah bagian dari garda pelayanan yang membawa misi kemanusiaan. Seni dan budaya harus terus berkembang, tetapi keselamatan manusia tidak boleh dikesampingkan. Keduanya dapat berjalan beriringan melalui kolaborasi dan perencanaan yang tepat,” tambah Fahmi.
Dukungan kesehatan dalam Festival Budaya Munali Patah 2026 juga memperlihatkan bahwa peran rumah sakit dapat menjangkau berbagai ruang kehidupan masyarakat, termasuk kegiatan seni, budaya, olahraga, dan pariwisata.
Melalui semangat Srikandi RSI Siti Hajar, diharapkan semakin banyak masyarakat yang menghargai peran tenaga kesehatan perempuan sekaligus memahami pentingnya kesiapsiagaan medis dan penerapan K3 dalam setiap kegiatan publik.
Sebab, di balik acara yang berlangsung meriah, terdapat tanggung jawab bersama untuk memastikan setiap orang dapat berpartisipasi dengan aman. Perempuan tangguh, pelayanan humanis, dan budaya keselamatan menjadi bagian dari upaya membangun kegiatan masyarakat yang lebih sehat dan berkualitas.







