Jakarta, Mediawanita.com – Ustazah Yulia Rachmayani mengemban tanggung jawab sebagai ketua pelaksana rangkaian Hari Santri Nasional (HSN) 2026 yang diselenggarakan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jakarta Utara. Bagi Wakil Ketua I PC Muslimat NU Jakarta Utara tersebut, amanah itu menjadi kesempatan bagi perempuan untuk mengambil peran lebih luas dalam kepanitiaan dan koordinasi kegiatan.
Yulia mengatakan, keputusan menerima tanggung jawab tersebut berawal dari rapat persiapan yang rutin diikutinya. Ia mempertimbangkan bagaimana kegiatan akan dijalankan dan bagaimana koordinasi antarpanitia dapat dilakukan sebelum menerima tawaran tersebut.
“Saya pikir, kenapa tidak bisa?” ujar Yulia, mengenang responsnya ketika pertama kali ditawari menjadi ketua pelaksana.
Menurut Yulia, kesempatan itu juga menjadi ruang bagi perempuan untuk menunjukkan kapasitas dalam mengelola kegiatan. Ia ingin keterlibatan perempuan tidak terbatas pada tugas-tugas tertentu, tetapi mencakup peran yang lebih luas dalam proses perencanaan hingga pelaksanaan.
“Dengan adanya kesempatan ini, perempuan bisa ikut terlibat lebih luas dalam pelaksanaan kegiatan,” katanya.
Dalam rangkaian Hari Santri Nasional 2026, PCNU Jakarta Utara menyiapkan sejumlah kegiatan, termasuk perlombaan yang dikoordinasikan oleh sembilan lembaga di bawah Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU). Muslimat NU turut menangani dua kegiatan, yakni pemeriksaan kesehatan dan lomba tumpeng.
Puncak peringatan digelar di Plaza Barat Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Kamis (22/10/2026), dengan tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”. Acara tersebut diisi apel akbar, penampilan seni, santunan anak yatim, bazar UMKM, serta penyerahan penghargaan kepada para pemenang lomba.
Ketua PCNU Jakarta Utara KH Agus Muslim mengatakan, peringatan Hari Santri merupakan bentuk penghargaan terhadap kontribusi santri dalam perjalanan bangsa.
“Hari ini adalah bentuk apresiasi PCNU Jakarta Utara untuk santri yang memberikan kontribusi besar dalam perjalanan bangsa dan negara ini, dari semenjak negara ini belum lahir sampai negara ini merdeka serta mempertahankan kemerdekaan,” kata Agus.
Ketua PWNU DKI Jakarta KH Samsul Ma’arif juga mengingatkan pentingnya menerjemahkan nilai perjuangan santri ke dalam kehidupan sehari-hari.
“Tidak hanya sekadar berhenti mengenang, tetapi mampu mengaktualisasikan nilai-nilai perjuangan dalam konteks kehidupan sehari-hari, dalam konteks kejakartaan,” ujar Samsul.








