Kota Bima – Semangat kepemimpinan dan kepedulian terhadap kesehatan masyarakat ditunjukkan oleh anggota putri Satuan Karya Pramuka Pengawasan Obat dan Makanan (Saka POM) Kota Bima dalam kegiatan pembekalan calon peserta Jambore Nasional (Jamnas) XII Kontingen Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Bima. Melalui kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu, 20 Juni 2026 tersebut, para anggota Saka POM putri tampil sebagai edukator muda yang memberikan pemahaman mengenai pentingnya keamanan pangan kepada peserta Pramuka Penggalang yang akan mengikuti perhelatan kepramukaan tingkat nasional.
Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Training Center Kwarcab Kota Bima tersebut diikuti oleh 32 calon peserta Jamnas XII dari berbagai gugus depan di Kota Bima. Di tengah suasana perkemahan yang penuh semangat, para peserta mendapatkan pembekalan tentang cara memilih pangan olahan yang aman melalui materi bertajuk “Cerdas Memilih Pangan Olahan Aman dengan CEK KLIK.”
Menariknya, edukasi tersebut tidak hanya menjadi sarana transfer pengetahuan mengenai keamanan pangan, tetapi juga menjadi panggung bagi perempuan muda untuk menunjukkan kapasitasnya sebagai agen perubahan. Tiga anggota Saka POM putri dari Gugus Depan MAN 2 Kota Bima, yakni Yuni Nafisah Luthfiyah, Azkia Pratiwi, dan Zasqia Putri Anindya, tampil di depan peserta untuk menyampaikan materi, memandu diskusi, serta mengajak peserta memahami pentingnya menjadi konsumen yang cerdas.

Kehadiran para anggota putri sebagai pemateri mendapat perhatian tersendiri dari peserta. Dengan kemampuan komunikasi yang baik dan pendekatan yang interaktif, mereka mampu membangun suasana belajar yang aktif dan menyenangkan. Para peserta terlihat antusias mengikuti setiap sesi, mulai dari pemaparan materi hingga diskusi dan tanya jawab.
Dalam penyampaian materi, para anggota Saka POM putri menjelaskan bahwa keamanan pangan merupakan aspek penting yang perlu diperhatikan, terutama saat mengikuti kegiatan perkemahan yang berlangsung selama beberapa hari. Mereka mengingatkan peserta agar lebih teliti dalam memilih produk pangan olahan yang akan dikonsumsi, baik selama kegiatan sehari-hari maupun saat mengikuti Jambore Nasional.
Materi yang disampaikan berfokus pada penerapan CEK KLIK, yaitu singkatan dari Cek Kemasan, Cek Label, Cek Izin Edar, dan Cek Kedaluwarsa. Melalui metode sederhana tersebut, peserta diajarkan untuk memeriksa kondisi kemasan produk, membaca informasi yang tertera pada label, memastikan adanya izin edar resmi, serta memperhatikan tanggal kedaluwarsa sebelum membeli atau mengonsumsi suatu produk.
Menurut para pemateri, langkah sederhana tersebut dapat membantu peserta terhindar dari risiko mengonsumsi produk yang tidak memenuhi persyaratan keamanan dan mutu. Pesan tersebut disampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami sehingga peserta dapat langsung menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Peran anggota Saka POM putri dalam kegiatan ini menunjukkan bahwa perempuan memiliki kontribusi yang besar dalam upaya peningkatan literasi kesehatan masyarakat. Di usia remaja, mereka tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga berperan aktif sebagai penyampai pesan-pesan edukatif yang bermanfaat bagi lingkungan sekitarnya.
Keikutsertaan perempuan muda dalam kegiatan edukasi seperti ini juga sejalan dengan upaya mendorong peningkatan partisipasi perempuan dalam bidang kesehatan, pendidikan, dan kepemimpinan. Melalui wadah Gerakan Pramuka dan Saka POM, para anggota putri mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan berbicara di depan umum, kepemimpinan, kerja sama tim, serta keterampilan menyampaikan informasi yang berbasis ilmu pengetahuan.
Selain memberikan materi, para anggota putri juga menjadi contoh nyata bagi peserta lainnya tentang pentingnya keberanian untuk tampil dan berkontribusi di tengah masyarakat. Mereka membuktikan bahwa perempuan muda mampu mengambil peran strategis dalam kegiatan edukasi dan pemberdayaan masyarakat.
Antusiasme peserta selama kegiatan berlangsung menjadi indikator bahwa pendekatan yang dilakukan para anggota Saka POM putri berhasil menarik perhatian dan meningkatkan pemahaman peserta mengenai keamanan pangan. Beberapa peserta bahkan aktif mengajukan pertanyaan terkait cara mengenali produk yang aman dan langkah-langkah yang harus dilakukan ketika menemukan produk yang mencurigakan.
Kegiatan ini sekaligus menunjukkan bahwa pembinaan generasi muda tidak hanya berfokus pada pengembangan keterampilan kepramukaan, tetapi juga pada peningkatan kapasitas sebagai pelopor perubahan di masyarakat. Melalui edukasi yang diberikan, para anggota Saka POM putri telah mengambil bagian dalam membangun generasi yang lebih sadar terhadap pentingnya keamanan pangan.
Dengan bekal pengetahuan yang diperoleh, para calon peserta Jambore Nasional XII diharapkan dapat menjadi konsumen yang lebih cerdas dan mampu menerapkan prinsip CEK KLIK dalam kehidupan sehari-hari. Lebih dari itu, mereka juga diharapkan dapat menyebarluaskan informasi tersebut kepada keluarga, teman, dan lingkungan sekitarnya.
Peran aktif Yuni Nafisah Luthfiyah, Azkia Pratiwi, dan Zasqia Putri Anindya dalam kegiatan ini menjadi bukti bahwa perempuan muda mampu menjadi motor penggerak edukasi di masyarakat. Dari Kota Bima, mereka menunjukkan bahwa perempuan tidak hanya hadir sebagai peserta pembangunan, tetapi juga sebagai pelopor yang membawa perubahan positif melalui pengetahuan, kepedulian, dan aksi nyata untuk mewujudkan masyarakat yang lebih sehat dan cerdas.

