Kota Bima – Semangat perempuan muda dalam menjaga masa depan generasi bangsa tampak nyata pada peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) Tahun 2026 yang digelar di Lapangan Serasuba, Kota Bima, Jumat (26/6/2026). Di tengah ribuan peserta yang memadati lokasi kegiatan, anggota putri Satuan Karya Pramuka Pengawasan Obat dan Makanan (Saka POM) Pangkalan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Bima tampil sebagai garda terdepan dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya penyalahgunaan Obat-Obat Tertentu (OOT).
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Bima tersebut tidak hanya menjadi momentum untuk memperingati HANI, tetapi juga menjadi ruang bagi generasi muda, khususnya perempuan, untuk mengambil peran aktif dalam membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjauhi penyalahgunaan narkoba dan obat-obatan yang berpotensi disalahgunakan.
Dengan penuh semangat, para anggota Saka POM putri menyapa masyarakat yang hadir secara langsung. Mereka membagikan informasi, mengajak berdialog, sekaligus memberikan pemahaman mengenai risiko penyalahgunaan Obat-Obat Tertentu yang kerap menjadi ancaman bagi kalangan remaja. Pendekatan yang komunikatif dan ramah membuat pesan edukasi lebih mudah diterima oleh masyarakat dari berbagai kelompok usia.

Kehadiran para anggota Saka POM putri menjadi bukti bahwa perempuan muda memiliki kapasitas besar sebagai agen perubahan di tengah masyarakat. Tidak hanya aktif mengikuti kegiatan kepramukaan, mereka juga dibekali pengetahuan mengenai keamanan obat dan pangan sehingga mampu menyampaikan informasi yang benar kepada masyarakat secara sederhana, menarik, dan mudah dipahami.
Dalam edukasi yang diberikan, anggota Saka POM putri menjelaskan bahwa penyalahgunaan Obat-Obat Tertentu merupakan salah satu persoalan yang perlu mendapatkan perhatian bersama. Obat yang semestinya digunakan untuk kepentingan pengobatan dapat menimbulkan dampak buruk apabila digunakan tanpa indikasi medis atau tidak sesuai aturan. Penyalahgunaan tersebut berisiko menyebabkan gangguan kesehatan, ketergantungan, penurunan kemampuan belajar, hingga mengganggu produktivitas generasi muda.
Melalui interaksi langsung dengan masyarakat, para anggota Saka POM putri mengajak peserta kegiatan untuk lebih bijak menggunakan obat, memahami pentingnya memperoleh obat dari sarana resmi, serta tidak mudah terpengaruh ajakan untuk mencoba obat-obatan yang tidak sesuai peruntukannya. Edukasi tersebut juga menjadi bagian dari dukungan terhadap Program ANANDA BERSINAR (Aksi Nasional Anti Narkotika Dimulai dari Anak Bersih Narkoba), yang menempatkan anak dan remaja sebagai pelopor dalam menciptakan lingkungan yang bebas dari penyalahgunaan narkoba.
Peran perempuan dalam kegiatan edukasi kesehatan masyarakat dinilai memiliki nilai strategis. Kemampuan berkomunikasi secara persuasif, membangun kedekatan emosional, serta menjadi teladan di lingkungan sekolah maupun keluarga menjadikan perempuan memiliki kontribusi besar dalam membentuk perilaku hidup sehat. Hal tersebut tercermin dari semangat anggota Saka POM putri yang dengan percaya diri menyampaikan pesan-pesan edukatif kepada masyarakat selama kegiatan berlangsung.
Keikutsertaan mereka juga memperlihatkan bahwa upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba tidak hanya dilakukan melalui penegakan hukum, tetapi juga melalui penguatan edukasi sejak usia remaja. Perempuan muda yang memiliki pengetahuan dan kepedulian terhadap isu kesehatan mampu menjadi penyambung informasi yang efektif di lingkungan sekitarnya, baik kepada teman sebaya, keluarga, maupun masyarakat luas.
Balai POM di Bima memberikan dukungan penuh terhadap keterlibatan anggota Saka POM dalam kegiatan tersebut. Sebanyak 13 anggota Saka POM Pangkalan MAN 2 Kota Bima diterjunkan untuk mengikuti rangkaian kegiatan HANI, mulai dari penandatanganan Deklarasi Anti Narkoba hingga pelaksanaan edukasi kepada masyarakat. Kepala Balai POM di Bima, Adjis Sandjaya, yang juga menjabat sebagai Ketua Majelis Pembimbing Saka (Mabisaka) POM Kota Bima, turut hadir bersama berbagai unsur pemerintah dan menandatangani Deklarasi Anti Narkoba sebagai bentuk komitmen bersama dalam mendukung Indonesia yang bebas dari penyalahgunaan narkotika.
Peringatan HANI Tahun 2026 dibuka secara resmi oleh Wali Kota Bima, H. A. Rahman H. Abidin, S.E., didampingi Kepala BNNK Bima, Budi Suryono, S.Sos. Kegiatan tersebut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), instansi pemerintah, organisasi kemasyarakatan, pelajar, mahasiswa, serta berbagai komunitas yang memiliki kepedulian terhadap upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba.
Di balik semarak peringatan HANI, kiprah anggota Saka POM putri MAN 2 Kota Bima menjadi inspirasi bahwa perempuan muda mampu mengambil peran nyata dalam pembangunan kesehatan masyarakat. Mereka tidak hanya hadir sebagai peserta kegiatan, tetapi juga sebagai komunikator, edukator, dan pelopor perubahan yang menyampaikan pesan penting tentang bahaya penyalahgunaan Obat-Obat Tertentu kepada masyarakat.
Semangat para Srikandi Saka POM tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pemberdayaan perempuan tidak selalu diwujudkan melalui pencapaian akademik atau kepemimpinan formal semata. Keberanian untuk turun langsung ke tengah masyarakat, berbagi pengetahuan, serta mengajak sesama menjaga kesehatan dan menjauhi penyalahgunaan obat merupakan bentuk kepemimpinan sosial yang memiliki dampak nyata. Dari tangan-tangan perempuan muda inilah harapan akan lahirnya generasi yang sehat, cerdas, tangguh, dan bebas dari narkoba terus ditumbuhkan, sejalan dengan cita-cita mewujudkan Indonesia Emas 2045.

