• Hubungi Redaksi
  • Official Whatsapp
Kirim Tulisan
Akun Saya
Logout
Media Wanita
Kirim Tulisan
  • Berita Utama
  • Gaya Hidup dan Hiburan
  • Kesehatan dan Kecantikan
  • Inspirasi
  • Kirim Tulisan
    • login
    • Akun Saya
    • Tulisan Saya
    • Logout
Media Wanita
  • Berita Utama
  • Gaya Hidup dan Hiburan
  • Kesehatan dan Kecantikan
  • Inspirasi
  • Kirim Tulisan
    • login
    • Akun Saya
    • Tulisan Saya
    • Logout
No Result
View All Result
Media Wanita
No Result
View All Result
Home Ragam

Kisah Tangguh Perempuan Pesisir Pulau Banyak: Bertaruh Nyawa di Tajamnya Karang Demi Pendidikan Anak

Rahmawan Cibro by Rahmawan Cibro
18 June 2026
in Ragam
A A
0
Kisah Tangguh Perempuan Pesisir Pulau Banyak: Bertaruh Nyawa di Tajamnya Karang Demi Pendidikan Anak | Media Wanita
854
SHARES
1.2k
VIEWS

ACEH SINGKIL — Kepulauan Banyak di Kabupaten Aceh Singkil selama ini dikenal luas akan pesona baharinya. Pasir putih dan gugusan pulau tropisnya kerap menjadi magnet bagi para wisatawan. Namun, di balik keindahan yang disajikan layaknya kepingan surga tersebut, tersimpan potret ketangguhan perempuan pesisir yang tak kenal lelah mengais rezeki di balik tajamnya terumbu karang.

​Bukan sekadar ibu rumah tangga biasa, para perempuan di Kepulauan Banyak ini merangkap sebagai pahlawan ekonomi keluarga. Berbekal alat tangkap tradisional, mereka melakoni pekerjaan yang menantang bahaya: mencari lobster di perairan dangkal dan celah-akar karang.

​Melawan Arus dan Cuaca

​Setiap hari, ketika air laut mulai surut, sekelompok perempuan pesisir ini bergegas menuju laut. Tanpa perlengkapan selam modern, mereka hanya mengandalkan kejelian mata dan pemahaman mendalam tentang siklus pasang surut air laut serta arah angin.

​”Pekerjaan ini butuh kehati-hatian ekstra. Tangan dan kaki sering terluka terkena karang tajam atau duri babi laut. Tapi ini sudah jadi jalan hidup kami untuk membantu keluarga,” ungkap salah satu warga pesisir yang sehari-harinya berburu lobster.

​Mencari lobster bukanlah perkara mudah. Hewan krustasea ini gemar bersembunyi di rongga-rongga karang yang gelap dan sempit. Para wanita ini harus merogoh celah karang dengan sangat hati-hati. Keahlian ini bukanlah hal yang bisa dipelajari dalam semalam, melainkan kearifan lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh nenek moyang mereka.

​Menopang Perekonomian dan Pendidikan Keluarga

​Tingginya nilai jual lobster di pasaran menjadi alasan utama mengapa para perempuan ini rela bertaruh nyawa. Lobster jenis mutiara, bambu, atau pasir yang mereka dapatkan akan dikumpulkan dan dijual kepada pengepul setempat.

​Hasil keringat mereka tidak digunakan untuk kemewahan, melainkan dialokasikan untuk kebutuhan yang sangat mendasar:

​Biaya Sekolah Anak: Mayoritas pendapatan dari hasil laut ini ditabung untuk memastikan anak-anak mereka bisa mengenyam pendidikan hingga ke bangku perkuliahan di daratan Sumatera.

​Bantalan Ekonomi: Di musim cuaca buruk atau angin kencang (musim barat), para suami yang berprofesi sebagai nelayan kapal sering kali tidak bisa melaut jauh. Pada masa-masa sulit inilah, tangkapan dangkal para istri menjadi satu-satunya urat nadi penyelamat ekonomi dapur.

​Pemenuhan Gizi: Selain lobster yang dijual, tangkapan sampingan seperti ikan karang, kerang, dan gurita dibawa pulang untuk memenuhi kebutuhan gizi keluarga sehari-hari.

Kirim Tulisan

​Butuh Perhatian Lebih

​Meskipun memegang peranan krusial, nasib para perempuan pencari lobster ini belum sepenuhnya sejahtera. Rantai distribusi yang panjang kerap membuat harga jual di tingkat nelayan tidak sebanding dengan harga di pasar luar daerah. Selain itu, kurangnya akses terhadap teknologi pengolahan hasil laut dan perlengkapan keselamatan standar masih menjadi kendala utama.

​Kehadiran koperasi nelayan perempuan atau dukungan dari pemerintah daerah sangat diharapkan. Edukasi mengenai tata kelola keuangan, penetapan harga yang adil, serta bantuan alat tangkap yang lebih aman diyakini mampu mengangkat derajat kehidupan mereka.

​Kisah dari Pulau Banyak ini menjadi tamparan sekaligus inspirasi. Bahwa di tapal batas samudera, ketahanan ekonomi pesisir tidak hanya bertumpu pada bidang dada kaum pria, tetapi juga pada kokohnya pundak para ibu yang merawat asa di sela-sela karang lautan.

    Tags: Bertaruh Nyawa di Tajamnya Karang Demi Pendidikan AnakKisah Tangguh Perempuan Pesisir Pulau BanyakPulau Banyak
    Share342Tweet214Share60Pin77SendShare
    Kirim Tulisan
    Rahmawan Cibro

    Rahmawan Cibro

    Please login to join discussion

    Terbaru

    Yura Yunita Bernyanyi di dalam KRL
    Gaya Hidup dan Hiburan

    Rahasia Sukses Deretan Public Figure, Ternyata Dimulai dari Kebiasaan  di Rumah

    by Redaksi
    29 October 2026
    0

    Rahasia Sukses Deretan Public Figure, Ternyata Dimulai dari Kebiasaan  di Rumah Jakarta – Ketika melihat seorang public figure tampil memukau...

    Read moreDetails
    Keren Banget! Di Usia 10 Tahun, Azzahra El Azka Borong 3 Penghargaan Sekaligus di MMCI 2026

    Keren Banget! Di Usia 10 Tahun, Azzahra El Azka Borong 3 Penghargaan Sekaligus di MMCI 2026

    29 October 2026
    Peran Perempuan Mengenali dan Menghentikan Tanda Bahaya KDRT | Media Wanita

    Peran Perempuan Mengenali dan Menghentikan Tanda Bahaya KDRT

    28 October 2026
    Menginspirasi, Puteri Anak & Puteri Remaja Banten 2026 Siap Harumkan Banten di Ajang Puteri Anak & Puteri Remaja Indonesia 2026

    Menginspirasi, Puteri Anak dan Puteri Remaja Banten 2026 Siap Harumkan Banten di Ajang Puteri Anak dan Puteri Remaja Indonesia 2026

    19 October 2026
    Slay! Bianca Eleanor Siap Wakili Sumbar di Puteri Anak Indonesia 2026, Bawa Misi Stop Bullying

    Slay! Bianca Eleanor Siap Wakili Sumbar di Puteri Anak Indonesia 2026, Bawa Misi Stop Bullying

    13 October 2026
    Media Wanita

    Media Wanita menghadirkan berbagai informasi terbaru dan terpercaya tentang Wanita

    Follow Us

    Backlink

    Media Wanita, Pelataran, Berita Properti, Mobil Babe, Ada Apa, Satu Rumah, Puteri Anak & Remaja Banten, Anugerah Lima Bintang, Desta Semesta Anugerah, Anissa Quinn, Shira Dominique, Ry Hyori,

    Pemberitahuan

    MediaWanita.com adalah portal berita komunitas yang berpusat di Jakarta dan tidak memiliki kantor perwakilan dimanapun. Tulisan atau berita yang ada merupakan kontribusi penulis lepas dari seluruh Indonesia bahkan dari seluruh dunia. Hati-Hati dengan oknum yang meng-atas-nama-kan MediaWanita.com dengan mengaku sebagai wartawan, karena kami tidak memiliki wartawan dan tidak mengeluarkan kartu pengenal wartawan atau Kartu Pers atau Press ID Card.

    KonMeWa

    KonMeWa adalah singkatan dari Kontributor Media Wanita yang merupakan perwakilan dari individu atau instansi yang bertanggung-jawab penuh atas semua tulisan yang diterbitkan di MediaWanita.com sesuai dengan Syarat dan Ketentuan yang berlaku di MediaWanita.com

    Official Media Puteri Anak dan Puteri Remaja Banten

    MediaWanita.com berkerjasama dengan Regional Director Puteri Anak dan Puteri Remaja Indonesia regional Banten dengan menjadi Official Media untuk mempublikasikan semua kegiatan Puteri Anak dan Puteri Remaja Banten.

    Lapor & Sanggahan

    Jika Anda merasa keberatan dengan adanya tulisan, gambar, atau video yang ditampilkan di situs ini karena alasan hak cipta atau alasan lainnya, silakan hubungi tim redaksi melalui email di:

    📧 media@swsmedia.id

    Kami akan segera meninjau dan menghapus konten yang dimaksud sesuai dengan kebijakan dan pertimbangan redaksi.

    Square PAR Banten 2027
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Cyber
    • Syarat & Ketentuan Tulisan
    • Syarat dan Ketentuan
    • Disclaimer
    • Hubungi Kami

    © 2023 Media Wanita - Informasi dan Berita Khusus Wanita

    No Result
    View All Result
    • Berita Utama
    • Gaya Hidup dan Hiburan
    • Kesehatan dan Kecantikan
    • Inspirasi
    • Kirim Tulisan
      • login
      • Akun Saya
      • Tulisan Saya
      • Logout
    • Login

    © 2023 Media Wanita - Informasi dan Berita Khusus Wanita